KecintaanNabi terhadap pepohonan diikuti oleh para sahabatnya. Abu Bakar r.a. melepas tentara perang Islam dengan 10 wasiat, dua di antaranya : jangan menebang pohon yang sedang berbuah, dan jangan membinasakan pohon kurma.
Lambatlaun kabar itu sampai ke telinga Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Setelah mengetahui hal tersebut, Sayyidina Ali langsung pergi mencari pekerjaan agar mendapatkan upah. Nantinya upah itu akan diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sayyidina Ali mendatangi seorang Yahudi yang memiliki kebun kurma. Dia mengaku siap bekerja untuk mengairi kebun
AbuDujanah pun kemudian menjelaskan, pohon kurma tersebut adalah milik seorang laki-laki munafik. Tanpa basa-basi, Baginda Nabi mengundang pemilik pohon kurma. Rasul lalu mengatakan, "Bisakah tidak jika aku minta kamu menjual pohon kurma yang kamu miliki itu? Aku akan membelinya dengan sepuluh kali lipat dari pohon kurma itu sendiri.
Iaberkata kepada istrinya. "Wahai istriku, aku mendapatkan keuntungan yang besar hari ini. Aku menjual pohon kurma kepada Abu Bakar untuk Abu Dujanah dengan 10 pohon kurma terbaik di kota ini, namun ingatlah wahai istriku, tidak satu buah pun akan kuberikan kepada Abu Dujanah". Dia mengingkari perjanjian dengan Rasulullah dan para sahabat.
Usaimelakukan transaksi, Abu Dahdah menemui Rasul SAW. "Wahai Rasulullah," katanya, "Aku telah membeli pohon kurma yang tadi diperselisihkan oleh mereka. Kini, kuberikan pohon itu kepada engkau.". Nabi SAW tersenyum dan bersabda, "Alangkah harum dan banyaknya tandan kurma yang dimiliki Abu Dahdah di surga kelak.".
NDYZl4C. JAKARTA, - Abu Dujanah Simak bin Kharasha merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat taat pada Allah SWT. Baca Juga Dia terkenal dengan sosok pemberani di medan perang juga sangat menjaga keluarganya dari perkara yang haram. Dalam tausiah kali ini Umi Fairuz Ar-Rahbini menceritakan kisah hidup Abu Dujanah yang membekas di hati Rasulullah, seperti dilansir melalui kanal YouTube Ummi Fairuz, Minggu 9/9/2022. Baca Juga Bahkan, Rasulullah pernah menangis setelah mendengar cerita kelaparan yang dialami keluarga Abu Dujanah. Suatu ketika Abu Dujanah langsung bergegas pulang ke rumah usai melaksanakan salat subuh. Abu Dujanah tampak tak pernah menunggu bacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah. Baca Juga Rasulullah SAW pun bertanya kepada Abu Dujanah, "Wahai Abu Dujanah, apakah engkau tidak memiliki permintaan yang perlu engkau panjatkan ke hadirat Allah sehingga engkau sering meninggalkan masjid sebelum aku selesai berdoa?". Abu Dujanah lalu bercerita, di dekat rumahnya terdapat satu pohon kurma yang menjulang milik tetangganya. Dahan pohon kurma itu menjuntai ke rumah Abu Dujanah dan anaknya yang kelaparan ternyata mengambil buah kurma yang berjatuhan. “Setiap kali ada angin bertiup di malam hari, kurma-kurma tetanggaku itu saling berjatuhan, mendarat di rumah kami. Ya Rasul, kami keluarga orang yang tak berpunya. Anakku sering kelaparan. Saat anak-anak kami bangun, apapun yang didapat, mereka makan,” kata Abu Dujanah. “Oleh karena itu, setelah selesai salat, kami bergegas segera pulang sebelum anak-anak kami terbangun dari tidurnya. Kami kumpulkan kurma-kurma milik tetangga kami yang berceceran di rumah, lalu kami kembalikan kepada pemiliknya,” katanya. Air mata Rasulullah SAW pun terjatuh saat mendengar Abu Dujanah menceritakan kisahnya itu. Follow Berita Celebrities di Google News Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis tidak terlibat dalam materi konten ini.
kisah abu dujanah dan pohon kurma